Friday, December 22, 2017

SOSROBAHU

BOX GIRDER - ERECTION FIELD SEGMENT

1. Gantry Crane / Launcher

2. Box Girder 

3. Instal Spreader Beam

4. Locking Box Gider ke Spreader Beam dengan Stress Bar

5. Hanging Test & Erection Box Girder

6. Aplikasikan Epoxy pada Sambungan antar Box Girder


7. Instal Temporary Support Memakai Stress Bar (Stressing)

8. Persiapan Formwork Untuk Pekerjaan Stressing Tendon

9. Instal Anchor Head/Wedges

10. Instalation Hydraulic Jack & Stressing Tendon

11. Pengukuran Elongasi

12. Cutting Sisa Tendon

13. Proses Grouting Lubang Tendon & End Cap Grout

14. Finish

Wednesday, December 20, 2017

AMAZING!!! Inilah Mesin Cor Canggih untuk Membangun Jalan Tol di Indones...

The largest construction projects in Russia 2017. Formwork STALFORM.

The largest construction projects in Russia 2017. Formwork STALFORM.

Bridge construction - Incremental Launching - 3D Animation

Segmental Bridges Construction_3D Animation

Transverse Post Tensioning of Bridge Girder

Incredible In Your Face HD Video of Fire Proofing with Grace Monokote Fi...

Beton Normal vs Beton Integral

Proses Pengencangan Coupler Pakai Kunci Torsi

Tightening Bolt Pakai Kunci Momen Untuk Struktur Rangka Baja

Tutorial Cara Penyetelan Alat ukur Theodolite dan Total Station.

Crawler Crane Terbesar Di Dunia Dari China

KEREN! Proses Pembuatan Jembatan Gantung Terpanjang Di Dunia

Wow Keren Dan Menakjubkan !!! Pembuatan Jembatan Gantung Terpanjang Di ...

Keren! Proses Konstruksi Jembatan Tertinggi di Dunia di Era Modern

MONUMEN NASIONAL - JAKARTA



Monumen Nasional atau yang populer disingkat dengan Monas atau Tugu Monas adalah monumen peringatan setinggi 132 meter (433 kaki) yang didirikan untuk mengenang perlawanan dan perjuangan rakyat Indonesia untuk merebut kemerdekaan dari pemerintahan kolonial Hindia Belanda. Pembangunan monumen ini dimulai pada tanggal 17 Agustus 1961 di bawah perintah Presiden Soekarno dan dibuka untuk umum pada tanggal 12 Juli 1975. Tugu ini dimahkotai lidah api yang dilapisi lembaran emas yang melambangkan semangat perjuangan yang menyala-nyala. Monumen Nasional terletak tepat di tengah Lapangan Medan MerdekaJakarta Pusat

Pada tanggal 17 Agustus 1954 sebuah komite nasional dibentuk dan sayembara perancangan monumen nasional digelar pada tahun 1955. Terdapat 51 karya yang masuk, akan tetapi hanya satu karya yang dibuat oleh Frederich Silaban yang memenuhi kriteria yang ditentukan komite, antara lain menggambarkan karakter bangsa Indonesia dan dapat bertahan selama berabad-abad. Sayembara kedua digelar pada tahun 1960 tetapi sekali lagi tak satupun dari 136 peserta yang memenuhi kriteria. Ketua tim juri kemudian meminta Silaban untuk menunjukkan rancangannya kepada Soekarno. Akan tetapi, Soekarno kurang menyukai rancangan itu dan ia menginginkan monumen itu berbentuk lingga dan yoni. Silaban kemudian diminta merancang monumen dengan tema seperti itu, akan tetapi rancangan yang diajukan Silaban terlalu luar biasa sehingga biayanya sangat besar dan tidak mampu ditanggung oleh anggaran negara, terlebih kondisi ekonomi saat itu cukup buruk. Silaban menolak merancang bangunan yang lebih kecil dan menyarankan pembangunan ditunda hingga ekonomi Indonesia membaik. Soekarno kemudian meminta arsitek R.M. Soedarsono untuk melanjutkan rancangan itu. Soedarsono memasukkan angka 17, 8, dan 45, melambangkan 17 Agustus 1945 memulai Proklamasi Kemerdekaan Indonesike dalam rancangan monumen itu. Tugu Peringatan Nasional ini kemudian dibangun di areal seluas 80 hektare. Tugu ini diarsiteki oleh Frederich Silaban dan R. M. Soedarsono mulai dibangun 17 Agustus 1961.


KONSTRUKSI


Pembangunan terdiri atas tiga tahap. Tahap pertama, kurun 1961/1962 - 1964/1965 dimulai dengan dimulainya secara resmi pembangunan pada tanggal 17 Agustus 1961 dengan Soekarno secara seremonial menancapkan pasak beton pertama. Total 284 pasak beton digunakan sebagai fondasi bangunan. Sebanyak 360 pasak bumi ditanamkan untuk fondasi museum sejarah nasional. Keseluruhan pemancangan pondasi rampung pada bulan Maret 1962. Dinding museum di dasar bangunan selesai pada bulan Oktober. Pembangunan obelisk kemudian dimulai dan akhirnya rampung pada bulan Agustus 1963. Pembangunan tahap kedua berlangsung pada kurun 1966 hingga 1968 akibat terjadinya Gerakan 30 September sehingga tahap ini sempat tertunda. Tahap akhir berlangsung pada tahun 1969-1976 dengan menambahkan diorama pada museum sejarah. Meskipun pembangunan telah rampung, masalah masih saja terjadi, antara lain kebocoran air yang menggenangi museum. Monumen secara resmi dibuka untuk umum dan diresmikan pada tanggal 12 Juli 1975 oleh Presiden Republik Indonesia Soeharto. Lokasi pembangunan monumen ini dikenal dengan nama Medan Merdeka. Lapangan Monas mengalami lima kali penggantian nama yaitu Lapangan GambirLapangan IkadaLapangan MerdekaLapangan Monas, dan Taman Monas. Di sekeliling tugu terdapat taman, dua buah kolam dan beberapa lapangan terbuka tempat berolahraga.